Halusinasi balasan cinta!
“Di Antara Cinta dan Takdir”
Aku pernah bertanya pada waktu,
apakah cinta benar-benar abadi,
atau hanya singgah sejenak
di persimpangan takdir yang telah Tuhan tulis rapi.
Di antara kita—
ada perbedaan yang tak selalu mudah dipahami,
kau mungkin keras dalam diam,
aku mungkin lembut dalam gengsi yang kusembunyi.
Katanya jodoh adalah cerminan diri,
namun nyatanya kita tak pernah benar-benar sama,
justru dari yang tak serupa itulah
cinta diuji—bertahan atau akhirnya merelakan luka.
Aku mencoba berjalan,
namun langkah ini selalu kembali padamu,
move on terasa seperti belajar melupakan arah,
padahal hatiku masih hafal jalan pulang itu.
Kak…
masihkah kau dengar namaku dalam doamu?
aku di sini masih menyebutmu pelan,
di sela sujud yang kupanjatkan penuh rindu.
Jika memang takdir mempertemukan kita kembali,
aku ingin pulang tanpa ragu.
Namun jika tidak—
biarlah cinta ini tetap hidup sebagai doa,
yang diam-diam menjaga kita dalam lindungan-Nya.
Aku tunggu kau pulang,
bukan hanya ke tempat,
tapi ke hati yang pernah kau tinggali dengan hangat.
Sampai saat itu tiba—
kujaga diriku, kujaga imanku,
dan kuselipkan namamu dalam setiap harapku.
I love you,
dalam cara yang paling sederhana—
mendoakanmu dari jauh. ❤️

Komentar
Posting Komentar