Nyata
Keterbatasan dalam Berkarya
Memutuskan untuk berkarya bukanlah perkara mudah. Ada banyak hal yang bisa menjadi keterbatasan seseorang sehingga karya yang seharusnya lahir justru tertahan. Keterbatasan itu tidak selalu datang dari kekurangan diri sendiri, melainkan sering kali muncul dari lingkungan sekitar.
Tak jarang, orang terdekat yang kita harapkan menjadi pendukung justru hadir sebagai penghambat. Mereka mungkin tampak memberi semangat, namun di sisi lain kerap meragukan, meremehkan, bahkan tanpa sadar merusak keyakinan yang kita bangun. Hal ini bukan soal jasa, pengabdian, ataupun kenyataan, melainkan soal rasa yang tak pernah puas dengan apa yang kita miliki atau capai.
Keterbatasan lain datang dari dalam diri: rasa ragu, takut gagal, hingga kecemasan akan penilaian orang lain. Semua itu membuat langkah terasa berat, seolah karya yang kita miliki tidak pernah cukup baik untuk dilihat dunia.
Namun, di balik keterbatasan itu, tersimpan satu hal penting: pilihan. Kita bisa memilih untuk berhenti karena terhalang, atau terus melangkah dengan menjadikan keterbatasan sebagai tantangan. Sebab pada akhirnya, karya adalah cerminan keberanian kita untuk tetap berdiri di tengah segala hambatan.
Komentar
Posting Komentar