Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Hirup piuk

 Hidup adalah riang-riang kehidupan, ketika dicoret ada bekas, ketika didiamkan akan menjalar." Seolah-olah hidup itu seperti pohon riang-riang (atau bahkan bisa dianalogikan seperti luka). Dicoret → ada bekas: setiap kejadian, baik atau buruk, akan meninggalkan jejak dalam diri kita. Didiamkan → menjalar: kalau masalah atau luka dibiarkan, ia bisa semakin besar, menjalar ke mana-mana.  ðŸ™Œ Artinya, hidup memang penuh bekas, penuh jejak, dan penuh sesuatu yang bisa berkembang. Kita tidak bisa menghapus sepenuhnya, tapi bisa belajar dari bekas itu agar menjalar ke arah yang baik. 🌱

" Jalan selamat di tengah Godaan"

Nafsu adalah bagian dari hidup manusia. Ia bisa menyesakkan, menyesatkan, dan sering kali membuat kita lengah jika tidak mampu mengendalikannya. Kadang, seperti kata sebagian orang, setelah menikah semuanya seolah menjadi “lebih aman”. Tetapi bagaimana dengan mereka yang belum menikah? Aku, sebagai seorang perempuan, hidup di lingkungan yang masih memandang bahwa perempuan tidak akan baik-baik saja jika dibiarkan keluar terlalu bebas. Padahal, pada dasarnya kita semua sama—kita punya tubuh sendiri, punya keinginan, punya kemauan. Yang membedakan hanyalah satu: apakah kita mampu menjaga diri dari keterjerumusan, atau justru terhanyut oleh nafsu itu sendiri. Karena itu, berhati-hatilah dalam melangkah dan memilih lingkungan. Jika masih ada tujuan yang belum tercapai, maka jagalah diri terlebih dahulu. Bukan hanya perempuan, laki-laki pun wajib menjaga diri dan mengendalikan nafsunya masing-masing. Sebab pada akhirnya, tanggung jawab atas pilihan hidup selalu kembali kepada diri kita send...